Pages

Our Concern Virtual Life

Saturday, November 8, 2014



http://reformedchristianhomeschooling.files.wordpress.com/2012/01/scott_pollack__family21.jpg 
Ada sebuah bagian yang saya anggap menarik di buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya I”  tentang pertanyaan : Siapa orang yang paling penting?
Dan jawaban yang Ajahn Brahm katakan adalah : Orang yang sedang bersama anda.
Sudah jadi rahasia umum bahwa manusia di abab 21 ini lebih peduli pada dunia virtualnya ketimbang reality life-nya sendiri. Saya tidak bisa memungkiri kalau saya bukan salah satu diantara manusia-manusia tersebut, saya mungkin adalah salah-satunya dan komunitas paling terbesar dan ter-tepat dinamakan kita.

Ketika kita bangun pagi, hal yang pertama kali kita lakukan adalah mengecek gadget kita, apakah itu melihat pesan, media sosial atau sekedar melihat pukul berapa. Dan hal-hal itu, saya pikir masih dalam tahap wajar-wajar saja. Saya tidak tahu apakah itu punya dampak negatif secara ilmiah atau psikologis tapi saya mengansumsikannya sebagai kebiasaan yang cukup normal.

Namun hal-hal lainnya muncul, ketika ajakan hangout oleh teman-teman dan nyatanya ketika sedang berada di cafe . . And all things that we do is just see on phonescreen?

Bagaimana dengan cerita-cerita humor masa lalu?
Apakah kita tidak punya setidaknya satu topik untuk di ceritakan?
Bagaimana dengan cerita pekerjaan, berita terhangat, olahraga, hobi, politik atau mungkin terakhir asmara?
Sependiam itukah kita hingga hangout berjam-jam yang kita lakukan lebih banyak bersosialisasi dengan gadget ketimbang orang yang sedang bersama anda?

Mungkin ada ungkapan yang mengatakan “Mulut adalah harimau-mu” tapi pertanyaannya apakah alasan kita lebih banyak menatap layar gadget karena pribahasa itu?
Banyak diantara kita yang terobsesi menjadi makhluk yang serba up-to-date, terobsesi menjadi serba sempurna dan mengagumkan di media sosial.

Saya pikir teknologi punya banyak sisi positif dalam kehidupan sekarang, teknologi membantu dan menpermudah segala aktivitas manusia. Namun kita juga harus menjaga agar hal negatif tidak tumbuh karena kita terlalu berlebihan dengan sisi positif itu sendiri.

Note: Us is meaning i'm in process learning too.

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS