Pages

Review Brida By Paulo Coelho

Sunday, December 20, 2015


Judul : Brida
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 232 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Semua orang memiliki “Takdir” yang harus dijalani.


“Tapi bagaimana caraku mengetahui siapa Pasangan Jiwa-ku?” tanya Brida.

“Dengan mengambil risiko kegagalan, kekecewaan, kehilangan arah, tapi tak pernah berhenti dalam pencarianmu menuju Cinta.”

Brida, dua puluh tahun, melemparkan pertanyaan yang paling penting ke dalam hidup kita, “Apa yang kaucari dalam kehidupan ini?”

Perjalanan yang mengisi jiwa untuk menemukan diri, dipenuhi cahaya yang mengagumkan!


Beberapa bulan sebelumnya aku pernah meminjam novel ini dari salah seorang temanku. Namun, saat itu aku baru membaca beberapa halaman dari novel ini dan merasa bosan karna genre novel ini amat berbeda dengan genre yang kusukai. Selain itu, waktu itu aku langsung men-judge novel ini adalah novel yang berat. Hingga, akhirnya aku kehilangan minat dan mengembalikan novel 'Bride' ini pada yang punya tanpa sempat membalikkan kertas novel sampai halaman terakhir.

Hingga minggu lalu waktu lagi baca artikel-artikel di suatu site, aku menemukan satu artikel unik tentang Paulo Coelho ini. Aku yang penasaran mencari biodata dan riwayat hidup dari Paulo Coelho. Dan TAA DAAA~ Perjalanan hidup seorang Paulo Coelho ini sungguh sangat menarik, meski ada sisi yang cukup menyedihkan. (PS: Kalau kamu penasaran, silahkan searching di mbah google)

Akhir cerita, aku kembali meminjam novel Bride lagi pada temanku. hehehe

Seperti saat menbaca novel Bride sebelumnya, aku tetap merasa novel ini adalah bacaan yaang cukup berat. Ceritanya berawal dari seorang gadis berusia dua puluh tahunan  bernama Brida O'fern yang mencari arti dan tujuan hidupnya. Pencariannya mempertemukan dirinya dengan seorang guru spritual bernama Magus, Ia adalah seorang pria paruh baya yang mengajarkan Tradisi Matahari. Brida lalu menghabiskan satu malam kelam panjang di hutan, Ia merasa sangat ketakutan ditinggalkan seorang diri di hutan malam itu, meski pada kenyataanya Magus diam-diam berada disana untuk mendampinginya.

Brida yang merasa kemampuan spritualnya masih rendah lalu pergi dari Magus. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk meningkatkan kemampuannya dahulu sebelum kembali mencari Magus. Disaat perasaannya campur-aduk karna merasa telah gagal, Brida dipertemukan dengan Wicca, Sosok perempuan berkharisma kuat melekat dalam dirinya, tanpa sadar Brida tajub menaruh hornat dan simpati pada Wicca. 

Wicca yang penasaran tentang 'Bakat' yang dimiliki Brida hingga sebelumnya Magus mau mengajari gadis itu, pun mengajarkan tentang Tradisi Bulan, tradisi spritual itu mengajarkan tentang pencarian pasangan jiwa. Brida perlahan pun terhubung dengan belahan jiwanya, alangkah terkejutnya ia mengetahui siapa pasangan jiwanya sebenernya. Kira-kira siapa ya?

Soal Tradisi Bulan maupun Tradisi Matahari, sejujurnya aku juga kurang paham tentang kedua tradisi ini. Siapa pengagas tradisi tersebut dan bagaimana jalannya tidak terlalu dijelaskan secara detail di novel ini. Meskipun banyak adegan-adegan yang menunjukkan cara Wicca melatih Brida dalam Tradisi Bulan. Namun tetap saja, aku merasa adegan-adegan dalam tradisi tersebut agak aneh dan tidak logis bagiku.

Novel 'Brida' ini memang agak sulit dipahami namun disisi lain banyak sekali untaian kata-kata nan indah yang ditulis oleh Paulo Coelho. Sehingga takkan membuat kita bosan sepanjang novel ini, selain itu aku tetap menaruh rasa penasaran yang tinggi tentang ending dari novel berat ini sendiri. 

Berikut sedikit kutipan-kutipan indah pada novel ini :

"Kita tidak tahu. Kita mempelajari apa yang bisa kita lihat, tapi apa yang kita lihat tidak selalu benar-benar nyata" (Hal : 47)

"Ketika kau menemukan jalanmu, kau tidak boleh takut. Kau harus memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan kesalahan. Kekecewaan, kekalahan dan keputus-asaan adalah alat-alat yang digunakan tuhan untuk menunjukkan jalan pada kita" (Hal : 23)

"Dunia terbagi atas apa yang terpilih dan tersesat, yang juga berarti tidak ada gunanya mencoba membuat orang lain menerima agama mereka"

Sebenarnya masih banyak lagi kalimat-kalimat indah dalam setiap paragraf di novel ini. Anda harus membaca novel ini untuk membuktikannya sendiri. 

Typo di novel ini yang berhasil ketemukan hanya di halaman 200 yakni sura-suara, yang seharusnya suara-suara.

Aku beri rating 3,4 untuk novel ini. 

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS